Welcome to NenkDyDy...

Yuk cari tau tentang dunia kesehatan, tips, atau bahkan tulisan iseng aku di sini...moga smuanya bisa bermanfaat yaa dan...selamat menikmati... ^^
Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan

Senin, Agustus 24, 2015

Persiapan Pernikahan

Pernikahan. Suatu hal yang pastinya ditunggu-tunggu setiap orang. Untuk beberapa orang yang menyerahkan semua urusan pernikahan ke jasa wedding organizer tentu tidak perlu pusing. Namun, untuk beberapa orang yang ingin mempersiapkan pernikahannya sendiri, tentu harus memikirkan matang-matang vendor-vendor mana yang akan diajak bekerja sama.

Bagian terpenting dari acara resepsi pernikahan, diantaranya adalah catering, dekorasi dan make-up. Selain itu gedung tempat akan diselenggarakannya pesta pernikahan pun harus disesuaikan dengan jumlah tamu undangan yang akan hadir, dan tentu saja disesuaikan juga dengan budget yang ada.  Kalau calon pengantin -baca: orang tua- punya budget yang cukup besar, ruang-ruang pertemuan atau ballroom hotel bisa menjadi pilihan. Karena biasanya harga paketnya sudah termasuk catering  dan dekorasi. Tapi berbeda jika capeng memiliki budget yang terbatas tapi masih menginginkan acara pernikahan diadakan di gedung. Tentu kita harus mencari gedung yang letaknya strategis dan bisa cukup menampung jumlah tamu yang diundang.

Untuk urusan catering biasanya berhubungan dengan selera rasa masakan, dan juga budget tentunya. Saran saya, dalam pemilihan vendor catering, carilah vendor yang sudah memiliki pengalaman banyak dalam acara pernikahan. Karena dari situ kita bisa sedikit menilai tingkat profesionalitas vendor tersebut. Vendor-vendor catering yang sudah cukup punya nama biasanya hanya membatasi jumlah pemesan setiap harinya -biasanya maksimal 3 tempat resepsi-. Maka dari itu usahakan booking vendor jauh-jauh hari -bisa 6 bulan sebelumnya-. Booking vendor tidak berarti harus langsung membayarkan DP atau uang muka. Rata-rata uang muka bisa dibayarkan sekitar 3 bulan sebelum hari H.

Sama seperti catering, untuk urusan make-up pun harus sudah di tentukan jauh-jauh hari sebelumnya. Carilah vendor make-up atau salon rias pengantin yang tata riasnya sesuai dengan selera kita, dan dapat memberikan hasil riasan yang manglingi. Karena bagaimanapun juga, semua perempuan ingin tampil beda di hari pernikahannya. Biasanya salon-salon rias pengantin memberikan paket-paket pernikahan dengan budget yang beragam. Mulai dari untuk acara d rumah dengan konsep yang sederhana hingga acara di gedung dengan konsep mewah. Jangan lupa selalu tanyakan fasilitas apa saja yang bisa kita dapat dari paket tersebut. Untuk urusan gaun atau kebaya pernikahan biasanya ditawarkan 2 jenis, yaitu sewa perdana atau sewa biasa. Sewa perdana artinya pihak penata rias pengantin akan membuatkan gaun atau kebaya baru untuk sepasang pengantin, capeng akan menjadi orang pertama yang memakai busana tersebut, tetapi setelah acara selesai, busana tersebut tidak menjadi milik capeng. Nah, untuk yang sewa biasa artinya capeng akan menggunakan busana pengantin dari koleksi yang sudah ada.

Untuk urusan dekorasi, beberapa salon rias pengantin sudah memasukkannya dalam fasilitas paket. Biasanya termasuk dekorasi pelaminan, area tamu undangan, kamar pengantin dan mobil pengantin. Namun jika vendor tidak menyediakannya, kita bisa mencari vendor-vendor yang memang bergerak khusus dalam bidang dekorasi. Jika seperti ini, capeng harus bisa mengkomunikasikan dengan jelas konsep acara pernikahan yang diinginkan dengan vendor rias pengantin dan dekorasi agar hasil yang didapat bisa senada atau satu tema.

Oke. Mungkin ini dulu yang bisa saya sharing, untuk alternatif-alernatif vendor yang ada di kota Cirebon, akan saya share di postingan berikutnya. Semoga teman-teman yang sedang mempersiapkan acara pernikahannya bisa sedikit terbantu. Semangat..!!

Minggu, Agustus 23, 2015

Our Love Story

2014. Tahun yang penuh cerita buatku. Ada cerita sedih. Ada juga cerita bahagia. 1 Juli 2014. Untuk pertama kalinya aku berkenalan dengan lelaki yang tak ku kira akan menjadi pasangan hidupku 5 bulan lagi.

Saat itu aku sama sekali tak tertarik padanya. Ya. Saat itu aku baru saja putus dari kekasihku yang sebelumnya. Setelah beberapa konflik eksternal yang terjadi karena orang tuaku tak menyetujui hubungan itu, dia pun akhirnya memutuskan untuk meninggalkanku. Tentu saja hatiku terasa hancur hingga membuatku benar-benar terpuruk pada waktu itu. 2 hari setelah putus, seorang lelaki menyapaku via BBM®. Dia adalah lelaki yang selama ini ingin dikenalkan padaku oleh papa dan pakde-ku sejak aku masih memiliki kekasih. Saat itu aku hanya menanggapi pesannya dengan sopan. Aku tak mau terkesan kasar atau tidak sopan meskipun aku tak menyukainya. Aku hanya berpikir kenapa baru sekarang dia berani menyapaku via BBM®, padahal aku sudah berteman dengannya di fitur tersebut sejak 2 bulan sebelumnya. Mungkinkah ini sebuah konspirasi besar-besaran antara papaku, pakdeku dan dirinya, mengingat malam sebelumnya pakdeku datang ke rumah hanya untuk mencari tahu apakah benar saat itu aku sudah sendiri lagi.

Aku masih ingat topik pembicaraan kami saat itu. Pagi itu, aku baru saja memulai aktivitas baru di tempat praktekku yang baru. Dia menanyakan seputar aktivitas baruku itu. Percakapan yang menurutku begitu kaku. Mungkin karena ia sendiri bingung harus bagaimana (menurut ceritanya ketika aku bertanya tentang masa-masa perkenalan kami dulu) dan perasaanku masih belum teralih dari mantanku itu.

Sejak saat itu komunikasi kami tak pernah putus. Entah itu BBM® atau telepon di sela-sela kesibukanku praktek dan aktivitasnya yang saat itu sedang sering dinas keluar kota. Topik pembicaraan kami pun beragam. Dari mulai kegiatan kami sehari-hari, pertandingan World Cup, pandangan kami tentang sebuah hubungan, visi dan misi hidup kami ke depannya hingga kasus hukum yang sedang ia tangani terutama bila berhubungan dengan dunia medis. Kebetulan saat itu bertepatan dengan bulan Ramadhan dan pertandingan World Cup. Perasaanku saat itu campur aduk. Ada kalanya aku terkesan dengan pemikirannya yang menurutku cukup dewasa, tapi sisi lain hatiku seolah menolak kehadirannya dan masih berharap pada masa laluku. Semakin dekat Idul Fitri perasaanku semakin tak karuan. Karena aku tahu suatu hari nanti kami pasti akan bertemu langsung. Saat itu ingin rasanya aku menghindar. Menghilang dari rumah agar ia tak bisa menemuiku. Bertolak belakang sekali dengan saat ini. Selama hampir 1 bulan aku berkomunikasi dengannya, aku juga masih menjalin komunikasi dengan mantan kekasihku. Namun semakin hari aku semakin merasa justru dia yang semakin mendekat padaku, sedangkan komunikasiku dengan mantanku kebanyakan ada karena aku yang memulainya. Berbeda dengannya yang meskipun aku tidak memulainya, dia selalu memulai percakapan lebih dulu. Hingga komunikasi kami benar-benar tidak terputus.

26 Juli 2014. Hari itu dia mengajakku untuk bertemu langsung. Benar seperti dugaanku. Dia mengajakku untuk buka puasa bersama. Saat itu aku benar-benar tak ingin pergi berdua dengannya. Karena itu aku pun mengajak Abang dan adikku untuk menemaniku ke tempat yang sudah kami berdua sepakati. Akhirnya bertemulah kami berempat di sebuah restauran. Kesan yang aku tangkap di awal pertemuan kami adalah dia masih tidak bisa menutupi rasa groginya saat itu dan aku masih tak bisa menyembunyikan rasa tidak sukaku padanya. Setelah makan bersama, Abang mengajaknya untuk ikut ke tempat kakak keduaku bekerja. Mampus, pikirku saat itu. Dan suka tidak suka aku berada satu mobil dengannya atas saran Abang. Selama perjalanan dia berusaha mengajakku mengobrol dan bercanda. Tapi aku masih saja menanggapinya dengan dingin. Aku hanya menatap ke arah jendela samping atau menatap lurus ke depan. Tak pernah menoleh ke arahnya sedikitpun.

Setelah petemuan itu, kami hanya kontak via BBM® hingga akhirnya 5 hari kemudian dia datang ke rumahku untuk pertama kalinya. Dia berhasil mendapatkan respon yang baik dari kedua orang tuaku. Dan aku tak begitu menyukai situasi ini. Ya hatiku masih bertahan pada masa laluku. Selama masa liburan itu kami menghabiskannya dengan beberapa kali pergi bersama entah untuk makan ataupun hanya mengobrol berdua. Saling bercerita tentang apa yang sudah kami rasakan tentang cinta-cinta yang pernah kami alami sebelumnya. Dan aku mulai merasa kagum padanya. Aku benar-benar tak habis pikir kenapa perempuan-perempuan itu bisa menyia-nyiakan lelaki sebaik dia. Rasanya aku tak ingin menyakitinya, menjadikannya pelarian meskipun aku pernah berucap bahwa aku tak akan memakai hatiku lagi dalam berhubungan dengan siapapun. Tapi rasanya itu tak adil baginya. Dia terlalu baik. Aku tahu maksud dan tujuannya mendekatiku adalah untuk bisa lebih dari seorang teman biasa. Dia pun akhirnya mengungkapkan perasaannya padaku. Dan dia tahu hatiku saat itu bukan untuknya. Tapi dia tak pernah pergi. Dia selalu ada di dekatku. Menjadi sahabatku, tempatku berbagi gundah yang sedang kualami sebulan terakhir. Dan dari obrolan-obrolan itulah aku akhirnya mengetahui bahwa dia sama sekali tidak tahu tentang aku yang baru saja putus dari kekasihku yang dulu. Yang dia tahu, seminggu sebelum kami kontak, dia diyakinkan bahwa aku masih sendiri. Padahal kenyataanya, aku baru putus 2 hari sebelum kami kontak. Dia yang membuatku berani untuk jatuh cinta lagi. Perasaan yang tidak kusadari timbul di dalam hatiku. Dia bahkan mengutarakan keinginannya untuk bertemu dengan mantan kekasihku agar tak ada salah paham tentang kedekatan kami berdua. Bahwa dia sama sekali tak tahu sebelumnya tentang hubunganku tersebut. Dia pun tak pernah memberi batas waktu kapan aku harus memberikan jawaban atas pertanyaannya. Dia hanya ingin agar aku tidak terpengaruh siapapun dalam mengambil keputusan. Satu hal yang membuatku kagum padanya, kedewasaannya.

Perhatiannya tak berkurang sedikitpun meskipun dia tahu aku tidak bisa menjanjikan apa-apa untuknya. Dia tetap menjadi dirinya yang penuh humor, perhatian, membuatku banyak tertawa setelah sebelumnya aku merasa seolah hidupku hancur begitu saja. Seiring berjalannya waktu aku mulai merasakan kenyamanan saat berada di dekatnya. Namun aku masih saja belum bisa memberikan kepastian untuknya. Tanpa terasa liburku akan segera berakhir. Aku harus memulai kembali aktivitasku di hari Senin. Dia kemudian menawarkan diri untuk mengantarku praktek. Awalnya aku menolak, entahlah mungkin karena aku tak ingin memberi banyak harapan untuknya. Tapi pada akhirnya aku setuju untuk diantar olehnya. Praktek pagiku mulai jam 6, otomatis dia harus sudah menjemputku paling lambat jam 05.45. Dan dia datang sebelum waktunya. Pagi-pagi mengantarku, menjemputku, mengantarku ke rumah, mengantarku ke tempat praktekku yang lainnya. Dia melakukan semua itu dan dia tampak menikmatinya. Dia juga menawarkan diri untuk menemaniku di acara pernikahan sahabatku tanggal 10 Agustus 2014. Saat itu hatiku terasa perih, kenapa justru dia yang menawarkan diri untuk menemaniku, sedangkan lelaki yang katanya menyayangiku setahun belakangan justru tampak tidak bersemangat saat aku menanyakan apakah ia mau menemaniku di acara tersebut. Kemudian aku hanya menjawab terserah padanya. Dia bilang, kalau dia berhasil mendapat tiket kereta untuk pulang, maka dia akan pulang untuk menemaniku.

Keesokan harinya dia mengabariku kalau dia berhasil mendapatkan tiket tersebut. Aku hanya berpikir baiklah, aku akan melihat siapa yang akan menemaniku di acara tersebut, karena kebetulan sahabatku juga mengundang mantanku untuk hadir, dan aku sendiri yang telah menyerahan undangan tersebut saat lebaran kemarin. Kalau keduanya hadir, maka aku bisa lebih melihat mana yang lebih tulus dan benar-benar menyayangiku. Sorenya dia harus pulang kembali ke Jakarta karena masa cutinya sudah habis. Entah kenapa rasanya berat melepasnya. Tapi aku masih berusaha menepis rasa itu dan berpikir bahwa aku tidak mungkin jatuh cinta padanya.

8 Agustus 2014. Aku menjemputnya di stasiun. Ada rasa berdebar di hatiku. Semakin mendekati jadwal kedatangannya, rasanya semakin tak karuan. Begitu melihat sosoknya di antara orang-orang, aku tak tahu harus bersikap apa. Aku hanya diam untuk menutupi rasa grogiku. Untung saja saat itu aku ditemani Abang. Keesokan harinya, dia kembali mengantarku praktek. Kali ini aku tak lagi duduk diam dan menatap ke jendela samping atau lurus ke depan. Suasananya sudah lebih mencair. Namun aku masih bingung dengan perasaanku sendiri. Aku hanya tak ingin menjadikannya pelarianku. Aku tak ingin menyakitinya seperti apa yang pernah dia alami sebelumnya. Aku tak ingin menjadi perempuan seperti itu.

Hari pernikahan sahabatku akhirnya tiba. Dia datang ke rumahku sekitar jam 5 pagi, karena aku sudah harus ada di gedung jam 05.30 untuk make-up. Dia menemaniku seharian. Melihatnya bisa berbaur dengan sahabat-sahabatku memberikan nilai plus untuknya. Sore harinya, dia mengajakku ke rumahnya untuk berkenalan dengan keluarganya. Sambutan keluarganya terasa hangat. Membuatku merasa diterima dan nyaman. Kemudian aku mengantarnya ke stasiun. Saat itu rasanya berat melepasnya pergi lagi. Aku sudah mulai terbiasa menjalani rutinitas bersamanya. Malam hari setelah dia berangkat, aku mulai berpikir, apa yang sebenarnya kurasakan saat ini. Tapi aku masih belum bisa mengakui bahwa aku telah jatuh cinta padanya.

Keesokan harinya, 11 Agustus 2014, aku mengobrol dengan mama sepulang praktek pagi. Mama mengingatkanku untuk tidak menunda terlalu lama dalam mengambil keputusan, karena kalau memang aku benar-benar menyukainya, aku bisa saja kehilangannya jika aku tak segera mengambil keputusan. Tiba-tiba saja terbersit dalam pikiranku bahwa aku tak ingin kehilangan dirinya. Ya. Akhirnya aku mengakui bahwa aku telah jatuh cinta padanya. Aku lalu mulai berpikir bagaimana caranya aku memberitahukan perasaanku ini padanya. Tiba-tiba saja ada BBM® masuk darinya. Aku mulai memancingnya untuk mengungkapkan kembali perasaannya terhadapku. Dan begitu dia mengungkapkan perasaannya langsung saja kubalas bahwa aku pun juga merasakan hal yang sama. Akhirnya sejak saat itu kami resmi berpacaran.

Hubungan ini bukanlah hubungan pacaran layaknya ABG-ABG jaman sekarang. Hubungan kami merupakan suatu proses menuju komitmen serius yang telah kami bicarakan sejak awal, yaitu pernikahan. Namun kami masih menunggu kakak keduaku menikah bulan Mei 2015, sehingga kami membiarkan hubungan ini mengalir dengan sendirinya.

Menjalani hari-hari bersamanya membuat hidupku lebih berwarna. Setahun sudah kami bersama, perhatian dan sikapnya tak pernah berubah. Selalu saja ada cara yang dia lakukan untuk membuatku tersenyum. Setiap hubungan pasti memiliki masalahnya sendiri. Beberapa kali kami bertengkar kecil, namun kedewasaannya lah yang membuat hubungan ini terus bertahan. Saat emosiku tak stabil, dia begitu memahaminya. Kesabarannya menghadapiku yang terkadang egois, kekanakan, membuatku semakin hari semakin menyayanginya. Aku tahu, lelaki inilah yang aku inginkan dan aku butuhkan dalam hidupku. Semua yang selama ini kucari ada pada dirinya. Bersamanya aku merasa bahwa diriku berharga. Dia memperlakukanku dengan sangat baik. Hampir setiap minggu dia pulang ke cirebon. Tanpa lelah dia menemaniku ke manapun aku pergi. Dia begitu memanjakanku. Dia pun selalu mendukung segala kegiatan positif yang aku lakukan.

Beberapa kali kami menghabiskan waktu di luar kota. Entah karena ada seminar yang aku ikuti, acara pernikahan sahabatku, atau acara keluarga besarnya, bahkan menemani adikku liburan. Dia selalu menjagaku. Perhatiannya bukan hanya kepadaku saja, tapi juga kepada seluruh keluargaku. Dan itu tidak dibuat-buat. Benar-benar terasa tulus. Keluarganya pun begitu perhatian padaku. Membuatku benar-benar nyaman menjalani hubungan ini. Sebuah hubungan yang selama ini aku impikan. Seorang sahabatku pernah berkata, melihat sikapnya padaku, seolah-olah dia yang membayar seluruh rasa sakit yang dulu aku alami dengan kebahagiaan. Rasanya aku benar-benar tak bisa hidup tanpanya. Aku bahkan selalu manja setiap kali dia pulang. Tapi dia justru tak pernah bosan memanjakanku. Kali ini aku tak mau yang lain lagi. Aku hanya ingin menghabiskan sisa hidupku bersamanya. Dan aku hanya berharap dia benar-benar menjadi yang terakhir dalam hidupku.


Jumat, Agustus 21, 2015

I'm Back

Hai..hai..hai..

Udah lama banget yaa rasanya ga nulis di blog ini. Hahaha. Udah hampir 5 tahun ternyata.

Daan setelah sekian lama nyari aplikasi blog buat android biar gampang nulis-nulis + editnya, akhirnya gw nemu juga. Fiuhh. Kemaren-kemaren coba buat log in via web malah eror berkali-kali. Dibilang salah password lah. Padahal gw yakin banget tu password yang gw masukin bener. Haduhh. Ada-ada aja. Dan sekarang gw masih harus adaptasi buat pake aplikasi baru ini. Agak ribet sih emang. Rasanya tetep enakan ngetik di laptop dehh. Haha.

Banyak sih yang tadinya gw mau share lagi di blog. Tapi berhubung sekarang gw lagi fokus sama acara nikahan gw. Yup. Finally gw nemuin pasangan yang bisa dibilang sempurna buat gw dan insya Allah bisa menyempurnakan hidup gw. Amiin..amiin.

Jadi buat yang lagi persiapin acara pernikahan juga. Ayo kita sama-sama sharing. Tunggu postingan gw berikutnya ya.

Kamis, Oktober 28, 2010

Gagal Bukan Berarti Kalah

Banyak orang begitu terlena pada sebuah kata keberhasilan atau kemenangan. Tenggelam dalam euforia kesenangannya yang hanya sesaat. Dan justru melupakan bahwa kegagalanlah yang memberikan mereka jalan untuk mencapai keberhasilan. Tanpa kita sadari bukan keberhasilan atau kemenangan yang mengajarkan kita untuk tangguh, untuk tak mudah putus asa, dan untuk terus berjuang menggapai segala asa yang kita ingini. Keberhasilan hanya memberikan rasa puas dan bangga akan semua jerih payah yang sudah kita lakukan. Tapi lewat kegagalan, kita akan belajar untuk bisa berbesar hati, ikut bahagia atas keberhasilan orang lain -meski saat itu kita sedih karena gagal-, dan untuk pantang menyerah. Sebenarnya keberhasilan kita bukanlah di saat kita memang berhasil dan tak pernah gagal, tapi justru di saat kita bisa bangkit dari kegagalan itu. 

Cobalah untuk tetap berpikir positif pada setiap kegagalan yang kita alami. Karena sesungguhnya dalam setiap kegagalan itu ada pelajaran yang bisa kita petik. Sesuatu yang bisa membantu kita untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. Sesuatu yang bisa mengajarkan kita untuk menghargai sekecil apapun usaha atau kerja orang lain karena kita tahu bahwa untuk berhasil dalam suatu hal tidaklah mudah. Ingatlah bahwa tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan kedua.

Orang yang tak pernah gagal akan merasa sangat sulit untuk dapat bangkit kembali karena mereka tidak terbiasa untuk itu. Tapi tengoklah orang yang sudah berkali-kali gagal dalam hidupnya, ia akan bisa bangkit dengan cepat sehingga bisa lebih cepat meraih keberhasilannya. Seorang seperti Thomas Alva Edison pun harus gagal berkali-kali untuk bisa menemukan lampu pijar yang ada seperti sekarang ini. Bahkan saat ia berada di puncak kemenangan pun ia masih mendapatkan cobaan yang membuat ia terpuruk. Tapi lagi-lagi, keberhasilan ialah saat di mana kita bisa bangkit dari keterpurukan itu. Kegagalan akan membuat kita bisa lebih menghargai keberhasilan atau kemenangan yang kita dapatkan.

-Our greatest glory isn't in never falling but in rising everytime we fall (anonym)-

Hidup Itu..

Hidup memang penuh misteri. Selalu memberikan kejutan di setiap harinya. Kadang kala pita warna-warni berterbangan di langit hidup, namun tak jarang pula awan kelabu datang menyelimutinya. Tapi hidup adalah bagaimana kita menghadapinya, bagaimana kita memperjuangkannya. Hidup yang berarti bukanlah di saat kita ada di tengah pujian, tapi justru di saat kita berada di tengah caci maki orang-orang. Karena dari situ kita akan dapat lebih mengerti akan hidup. Dari situ pula kita akan dapat belajar untuk selalu bangkit sedalam apapun kita terjatuh. Hidup yang berarti juga bukanlah hidup dengan bergelimangan harta, tapi justru hidup dalam sejuta kesederhanaan. Karena kesederhanaan bisa mengajari kita untuk bisa berbagi dengan sesama, mengajarkan kita untuk bisa memiliki empati dan simpati pada orang lain. Dengan kesederhanaan pula kita dapat belajar untuk selalu mensyukuri apa yang kita punya. Kadang kita sering kali lupa bahwa apa yang selama ini kita miliki hanyalah titipan Tuhan semata yang bisa Ia ambil kapanpun tanpa bisa dicegah. Kita terlalu terlena akan segala fasilitas yang selama ini kita rasakan hingga lupa bahwa dari semua nikmat yang Tuhan berikan pastilah ada satu tugas yang harus kita kerjakan. Hidup terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja tanpa ada hal berguna yang bisa kita lakukan. Belajarlah untuk selalu menikmati hidup meskipun kadang hidup terasa begitu sulit. Karena hidup cuma satu kali. Dan janganlah berprasangka buruk pada Tuhanmu atas apa yang terjadi. Karena dari setiap kesulitan pasti akan ada satu kebahagiaan.

Kamis, September 02, 2010

10 Kesalahan Saat PDKT




1001 cara tentu akan Anda lakukan untuk mendapatkan hati pria incaran. Jangan salah langkah, bisa-bisa ide cemerlang berubah jadi bumerang. Nah, agar usaha menarik perhatian si dia tak sia-sia, jauhi sikap yang bias membuatnya menjauh. Tampillah sempurna dan hindari kesalahan ini. 

1. Menggunakan Bahasa Tubuh
Bahasa tubuh bisa menjadi cara paling ampuh untuk mendapatkan perhatian, sekaligus cara yang paling tak dimengerti pria. Memainkan dan memilinkan rambut bisa merebut perhatiannya, namun jika dilakukan terus-menerus si dia malah akan menganggap Anda sedang gugup. Tak perlu susah-susah memikirkan gaya, senyum manis Anda ternyata cukup membuatnya tertarik. 

2. Bersikap Berlebihan
Tak perlu menunjukkan sikap berlebihan, seperti terlalu antusias menceritakan banyak hal agar mendapat kesan kalau Anda enak diajak bicara, atau tertawa terbahak-bahak saat ia melancarkan lelucon. Ini membuat pria menganggap kalau Anda sedang bertingkah aneh. Tampil smart, elegan, dan tidak dibuat-buat, itu yang diharapkan si dia dari Anda. 

3. Menggoda Lewat Jejaring Sosial
Jejaring sosial sangat efektif untuk menjalin hubungan pertemanan, tetapi bukan cara yang tepat untuk mengutarakan ketertarikan pada si dia. Alih-alih menarik perhatian, si dia malah menganggap godaan anda hanya sebagai lelucon pertemanan saja. Goda saja dia secara langsung, karena membuat pria merasa spesial dan menilai Anda bersikap berani dan dewasa. Tetapi jangan berlebihan, ya, karena bukannya mendekat dia malah kabur, lagi. 

4. SMS dan Telepon yang Tidak Penting
Niatnya sih, ingin memberi perhatian, tapi percayalah jurus ini tidak mempan. Menelepon atau mengirim pesan singkat yang berisi ucapan selamat pagi atau menanyakannya sudah makan atau belum, tak akan membuatnya tergoda. Apalagi jika aksi ini dilancarkan setiap hari. Bisa dipastikan si dia akan merasa risih. Toh, Anda juga bukan perawatnya yang harus selalu mengingatkan si dia makan, kan? Sebaiknya SMS atau telepon dia hanya untuk hal yang penting saja. Hitung-hitung hemat pulsa, kan?

5. Membicarakan Keburukan Mantan
Berbicara dengan pria incaran memang sering membuat gugup dan kehabisan kata-kata. Carilah topik apa pun asal tidak membicarakan keburukan mantan, seperti, "Mantanku itu, pacarnya di mana-mana," atau "Enggak tahu deh kenapa hubunganku bisa lama banget sama mantanku itu, padahal pelitnya minta ampun." Sebelum melontarkan ini, pikirkan kalau semua pria itu sama. Bisa jadi si dia juga memiliki sifat yang sama dengan si mantan. Misal, terlalu sering bermain game, atau terlalu banyak teman perempuan. Kalaupun tidak, si dia akan berpikir Anda akan membicarakannya ke semua orang saat dia berbuat kesalahan pada Anda. 

6. Menjelekkan Perempuan Lain
Hindari juga mengomentari keburukan perempuan lain. Misalnya, berkomentar negatif pada perempuan berpakaian terbuka yang melintas di depan Anda. Atau membicarakan teman yang punya pacar banyak. Membicarakan keburukan orang lain bisa membuatnya berpikir kalau Anda tak percaya diri dan memiliki sifat iri. Membicarakan musik favorit jauh lebih baik. 

7. Mengandalkan Daya Tarik Seksual
Jika tak ingin si dia mendekat hanya karena tubuh Anda, tak perlu memakai rok minim dan atasan terlalu terbuka saat berkencan. Penampilan yang terlalu seksi bisa membuatnya lupa untuk mengenal Anda lebih dalam, karena sibuk mengagumi atau berkomentar dalam hati tampilan Anda. Penampilan yang kasual bisa mencairkan suasana dan membuat si dia nyaman berhadapan dengan Anda. 

8. Mudah "Dijamah" dan "Menjamah"
Baru ngobrol lima menit, Anda sudah membelai rambutnya atau mengelus tangannya. Bagi perempuan sentuhan adalah ungkapan peduli, namun bagi pria, ini adalah sikap yang "mengundang". Jadi, meski Anda suka setengah mati, atau rasa cinta Anda sudah sampai ke ubun-ubun, sebaiknya tahan diri. Anda juga pasti tidak nyaman bila bertemu dengan pria yang baru dikenal sudah berani pegang sana-pegang sini. 

9. Menjadi Orang Lain
Sebagus apa pun sosok orang lain, menjadi diri sendiri tetap yang terbaik. Tidak perlu Anda bersusah payah mengarang cerita agar terlihat atau terkesan sebagai sosok yang sempurna. Jujurlah dan katakan apa adanya tentang diri Anda. Jika Anda tidak bisa masak, dan dia bertanya Anda bisa masak atau tidak, katakan saja "SAya bisa masak mie instan (mie instan dimasak juga, kan?)" Sehingga Anda tidak berbohong.

10. Mengutarakan Pria Idaman
Tak ada mahluk yang sempurna, termasuk kita sebagai perempuan. Membicarakan tipe pria idaman membuatnya berpikir kalau Anda tak bisa menerima seseorang apa adanya. Buatlah kesan bahwa si dia adalah tipe pria idaman yang Anda cari dengan tidak membandingkannya dengan siapa pun.

Sumber : female.kompas.com

Menjadi Teman yang Selalu Dicari



Semua orang tentu ingin menjadi teman yang menyenangkan bagi lingkungannya. Ingin menjadi sosok yang menghidupkan suasana, orang yang selalu dicari ketika teman menghadapi masalah, dan pihak yang diandalkan ketika orang lain membutuhkan informasi mengenai apapun.

Tidak semua orang memiliki kualitas semacam ini, tetapi bukannya tidak dapat dipelajari. Andapun bisa menjadi teman favorit siapa saja. Simak caranya:

1. Meluangkan waktu untuk persahabatan
Suatu persahabatan tidak akan memudar apabila Anda dapat meluangkan sedikit waktu Anda untuk bertemu satu sama lain. Luangkan sedikit waktu untuk menghargai seorang sahabat dengan sesekali menelepon atau SMS untuk menanyakan kabarnya, mengirimkan e-mail berisi jokes-jokes atau gambar-gambar indah, atau mengajaknya pergi bersama. Anda bisa membuat catatan tentang tanggal ulang tahunnya di ponsel atau di komputer, dan mengirimkan pesan berisi ucapan selamat untuknya. 

Pastikan Anda juga tetap meneleponnya ketika ia tersandung masalah. Ingat, teman sejati tidak akan melarikan diri ketika terjadi suatu perubahan. Teman yang baik tetap bersama dalam memberikan dukungan kepada temannya dalam keadaan apapun.

2. Pastikan Anda tidak menjadi beban
Persahabatan dapat berangsur menghilang jika tidak ada keseimbangan antara memberi dan menerima. Pekalah terhadap banyak teman, mungkin Anda dapat menawarkan sesuatu, baik itu waktu atau tenaga untuk membantunya. Persahabatan dapat mengalir apabila dapat berjalan dengan seimbang.

3. Jadilah pendengar yang baik
Kebanyakan orang lebih suka berbicara daripada mendengarkan. Ketika Anda harus mendengarkan curhat seorang sahabat, Anda sering menjadi bosan dan ingin memberikan beberapa pendapat. Belajarlah untuk menjadi pendengar yang baik, karena itu akan dihargai oleh lawan bicara Anda:
* Mempertahankan kontak mata
Anda dapat mengangguk atau sedikit bergumam untuk menunjukkan bahwa Anda memahami maksud dari cerita sahabat.

* Jangan memotong atau menyelesaikan kalimat teman Anda
Ada baiknya apabila Anda fokus dan tidak memotong ketika teman sedang berbicara. Tahan diri Anda ketika ingin memberikan respons yang dapat memotong pembicaraan.

* Minimalkan gangguan
Ketika ada teman yang sedang bercerita dengan Anda, lebih baik Anda tidak melakukan pekerjaan lain. Hal tersebut dapat memperlihatkan bahwa Anda tidak serius menanggapinya, atau kurang berminat untuk mendengarkan cerita teman Anda.

* Berhati-hatilah jika memberi saran
Seorang perempuan biasanya curhat hanya karena ingin mengeluarkan uneg-uneg, atau ingin didengarkan, bukan untuk mencari solusi. Maka, berhematlah dengan segala saran yang Anda miliki. Ia toh akan tetap membuat keputusannya sendiri.

4. Jadilah orang yang membelanya ketika dibutuhkan
Ketika Anda berada pada suatu pertemuan dengan teman Anda di mana orang-orang sedang membicarakan keburukan teman Anda, Anda dapat berdiri dan membelanya. Tidak berarti Anda harus membelanya meskipun ia bersalah. Katakan bahwa teman Anda tidak  seperti yang mereka katakan, setidaknya bagi Anda, dan Anda merasa tidak enak mendengarkan percakapan seperti itu. Dengan demikian, Anda dapat memperdalam persahabatan dengan teman Anda.

Sumber : female.kompas.com

Minggu, Juli 11, 2010

Si Dia Flirting Gak Sih?



Flirting, menurut Jeffrey Hall, PhD, seorang asisten profesor dari studi komunikasi di University of Kansas, menggambarkan seluruh pendekatan yang dilakukan seseorang untuk menunjukkan minat secara romantik. Banyak hal yang dilakukan saat flirting, entah itu dengan pandangan mata, gerak-gerik, atau dengan mengucapkan kata-kata rayuan.

Dalam penelitian barunya mengenai berbagai gaya flirting, Hall menemukan lima dasar flirting. Setiap gaya memiliki irisan, atau ciri-ciri yang mirip dengan gaya lainnya. Dan, meskipun ia melibatkan pria dan wanita dalam penelitiannya, yang diungkapkannya kali ini hanya tipe flirting para pria.

1. The Playful Flirt
Pernahkah Anda bertemu seorang pria di suatu tempat, dan langsung merasa "klik" dengannya? Caranya berbicara mengesankan ia sangat tertarik dengan kehidupan Anda. Namun setelah meminta nomor telepon Anda, ia tak pernah menghubungi Anda hingga sekarang. Inilah yang disebutplatful flirt. Dengan pesonanya, dia membuat Anda merasa jadi orang paling menarik di dunia. Saat berbicara, matanya tak bisa lepas dari Anda.

Sisi romantisme pria tipe ini: Dia mungkin mengecoh banyak wanita. Dia dapat berpindah dari hubungan dengan satu orang kepada orang lain, dan dia tidak menjalaninya dengan serius.

Apakah pria seperti ini yang Anda inginkan? “Orang-orang ini hanya ingin meningkatkan keyakinan diri mereka,” kata Hall. “Dia menggoda hanya karena dia menyukai cara tersebut. Hal tersebut bagaikan olah raga baginya, bukan merupakan suatu cara untuk memulai hubungan."

2. The Physical Flirt
Anda pasti pernah melihat orang seperti ini. Dia selalu tampil percaya diri, entah dengan penampilannya atau cara bicaranya. Di mana pun berada, dia sangat nyaman dengan bahasa tubuhnya, dan sebaliknya juga sangat ahli untuk membaca bahasa tubuh Anda. Dia juga sangat pintar berbicara, dan dengan mudah membuat Anda terlibat dalam obrolan intens yang menjurus ke romantisme.

Sisi romantis pria tipe ini: Tipe ini cenderung mampu mendapatkan perhatian wanita dengan cepat.

Namun, apakah pria seperti ini yang Anda inginkan? Dia memang tertarik pada Anda, tetapi dia juga akan mudah flirting dengan perempuan lain. Jadi berhubungan dengannya dalam jangka pendek merupakan suatu ide yang baik, tetapi tidak untuk jangka panjang.

3. The Sincere Flirt
Anda mungkin bertemu dia di tempat kerja atau melalui tetangga Anda, mengira dia salah satu teman Anda. Ternyata dia senang ngobrol dan ingin mengenal Anda lebih jauh. “Dia mungkin berhati-hati untuk mendekati Anda,” Hall memperingatkan. “Orang seperti ini percaya bahwa wanita harus diberi waktu sampai perasaannya muncul, tanpa harus dipaksa atau didesak untuk segera memberi jawaban."

Sisi romantisme pria tipe ini: Dia bergerak lebih lambat dari pria tipe Physical Flirt. Tetapi dia tipe pria yang ingin memiliki pacar serius, yang memiliki chemistry secara fisik maupun emosional dengan pasangannya. Pria seperti ini jelas merupakan pasangan yang Anda inginkan. 

4. The Traditional Flirt 
Di mata Anda, mungkin ia seorang pria konservatif. Ia tipe pria yang selalu mengikuti peran ganda tadisional, misalnya: prialah yang harus melakukan pendekatan, membayar makanan, atau memutuskan kemana Anda akan berkencan. Anda mungkin akan bertanya-tanya mengenai caranya berhubungan, karena ia bertindak begitu cepat.

Sisi romantisme pria tipe ini: Dia cenderung membentuk hubungan yang solid, dan dia tidak suka main-main. Sama seperti tipe Sincere Flirt, pria seperti ini memang cenderung ingin membangun hubungan yang serius. Begitu ia melakukan pendekatan pertamanya, saat itulah ia tahu bahwa Anda lah yang ia inginkan.

5. The Polite Flirt
Pria seperti ini agak sulit disadari kesadarannya. Sebab, ia tidak menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan kencan, ataupun momen mencari pasangan. Kalaupun ia sedang berada di kelab malam, biasanya karena dipaksa oleh teman-temannya. Lalu, dia akan duduk di pojokan. Tidak berarti pria ini tidak butuh pasangan; ia hanya tidak suka cara yang digunakan orang lain untuk mencari pasangan. Akibatnya, perempuan sering mengira pria tipe ini hanya menginginkan hubungan yang platonis.

Sisi romantisme pria tipe ini: Ia hanya mau "diganggu" oleh seseorang yang menurutnya layak diajak serius. 

Dengan gayanya itu, sebenarnya pria seperti ini cukup baik untuk dijadikan kekasih. Tetapi bisakah Anda mengikuti caranya yang tidak menyukai hal-hal romantis? Jeffrey Hall menyarankan, jika Anda memiliki rencana untuk makan siang bersama, ubah rencana tersebut menjadi makan mala. Atau, ajak dia untuk jalan-jalan menikmati malam. “Begitu Anda melewati masa-masa flirting ini, hal-hal lain akan lebih mudah untuk Anda," katanya.


Sumber : www.female.kompas.com

Selasa, Juli 06, 2010

Lesson in Life

I've learned that we don't have to change friends if we understand that friends change.

I've learned that no matter how good a friend is, they're going to hurt you every once in a while and you must forgive them for that.

I've learned that true friendship continues to grow, even over the longest distance. The same goes for true love.

I've learned that you can do something in an instant that will give you heartache for life.

I've learned that it's taking me a long time to become the person I want to be.

I've learned that you should always leave loved ones with loving words. It may be the last time you see them.

I've learned that you can keep going long after you can't.

I've learned that we are responsible for what we do, no matter how we feel.

I've learned that either you control your attitude or it controls you.

I've learned that regardless of how hot and steamy a relationship is at first, the passion fades and there had better be something else to take its place.

I've learned that heroes are the people who do what has to be done when it needs to be done, regardless of the consequences.

I've learned that money is a lousy way of keeping score.

I've learned that my best friend and I can do anything or nothing and have the best time.

I've learned that sometimes the people you expect to kick you when you're down, will be the ones to help you get back up.

I've learned that sometimes when I'm angry I have the right to be angry, but that doesn't give me the right to be cruel.

I've learned that just because someone doesn't love you the way you want them to doesn't mean they don't love you with all they have.

I've learned that maturity has more to do with what types of experiences you've had and what you've learned from them, and less to do with how many years you have lived.

I've learned that it isn't always enough to be forgiven by others. Sometimes you have to learn to forgive yourself.

I've learned that no matter how bad your heart is broken the world doesn't stop for your grief.

I've learned that our background and circumstances may have influenced who we are, but we are responsible for who we become.

I've learned that just because two people argue, it doesn't mean they don't love each other And just because they don't argue, it doesn't mean they do love each other.

I've learned that you shouldn't be so eager to find out a secret. It could change your life forever.

I've learned that two people can look at the same thing and see something totally different.

I've learned that your life can be changed in a matter of hours by people who don't even know you.

I've learned that even when you think you have no more to give, when a friend cries out to you you will find the strength to help.

I've learned that credentials on the wall do not make you a decent human being.

I've learned that the people you care about most in life are sometimes taken from you too soon

I've learned that you cannot make someone love you.

All you can do is be someone who can be loved.

The rest is up to them.

I've learned that no matter how much I care, some people just don't care back.

I've learned that it takes years to build up trust, and only seconds to destroy it.

I've learned that it's not what you have in your life but who you have in your life that counts

I've learned that you can do something in an instant that will give you heartache for life.

I've learned that it's taking me a long time to become the person I want to be.

I've learned that you should always leave loved ones with loving words.

It may be the last time you see them.

I've learned that you can keep going long after you think you can't.

I've learned that we are responsible for what we do, no matter how we feel.

I've learned that either you control your attitude or it controls you.

I've learned that learning to forgive takes practice.

I've learned that there are people who love you dearly, but just don't know how to show it.

I've learned that just because someone doesn't love you the way you want them to doesn't mean they don't love you with all they have.

I've learned that it isn't always enough to be forgiven by others. Sometimes you have to learn to forgive yourself

I've learned that no matter how bad your heart is broken the world doesn't stop for your grief.

(www.Indianchild.com)